TELUSUR GOA DI KEBUMEN

Standard

Kabupaten Kebumen merupakan salah 1 kabupaten yang memiliki wilayah karst. Banyak dijumpai goa disana, diantaranya adalah goa jatijajar, goa lawa, & goa petruk. Dalam kesempatan kali ini kami mencoba menelusuri goa Petruk, goa yang masih alami di wilayah ini.

Berangkat dari semarang dengan menggunakan sepeda motor kesayanganku. Lebih asik untuk menelusuri daerah yang agak jauh dari kota. Dari jalur selatan setelah melewati kebumen dan sebelum sampai perbatasan kabupaten Banyumas terlihat gapura selamat datang masuk kawasan wisata goa Jatijajar. Jalannya sudah beraspal dengan beberapa titik yang sudah rusak. Sebelum masuk kawasan wisata kami sempatkan mencoba sate ambal yang katanya khas dari Kebumen. Sate ini adalah sate ayam yang tusuknya dari lidi, bumbunya khas dengan menggunakan hancuran tempe didalamnya, makannya bukan dengan nasi tapi dengan lontong. Untuk makan berdua hemat, dengan Rp.20.000,- sudah makan kenyang.

Sesampainya di kawasan wisata, hal pertama yang dilakukan adalah mencari hotel untuk transit. Setahu saya disekitar goa Jatijajar hanya ada 1 hotel, yaitu Hotel Puspita di Jl. Goa jatijajar km.1 kec ayah-kebumen, no telp. (0287) 5529150. Hotelnya lumayan bersih, saya menggunakan kamar yang paling hemat yaitu Rp.75.000/night. Tak merelakan waktu hanya untuk tidur siang di hotel (sudah jauh-jauh masak Cuma tidur,h3h3h3) langsung tancap ke pantai ayah, arah selatan dari goa jatijajar. agak kecewa ternyata lokasi utama pantai ayah bukan pantai, tepatnya adalah muaa sungai jadi agak jauh dari ombak laut pantai selatan. Tak mau rugi, kami mengeksplorasi wilayah sekitar. Dengan background pegunungan karst yang menawan, ada juga “jembatan” jalan kaki untuk sedikit mengelilingi bibir muara sungai yang terdapat mangrove, terlihat indah dikala senja.

Malam hari disana memang sepi, pantas hotel cuma 1, yang banyak ada di kota Kebumen & Gombong. Jadi jika anda ingin seleksi hotel di kota saja. Untuk makan malampun jadi sedikit pilihan, sepi. Jatuhlah pilihan ke warung penyet Lamongan,h3h3h3.Walaupun sepi, untunglah didaerah pasar terdapat minimarket & juga mesin ATM. Lelah, saat tidur terasa agak gerah juga, maklum kamar ekonomi alias cuma kipas angin.

Bangun pagi, tak mau buang-buang waktu. Dengan hanya sarapan dengan snack yang tadi malam dibeli dari minimarket langsung menuju tujuan utama, Goa petruk. Untuk kesana kami telah mempersiapkan headlamp sendiri, juga plastik untuk membungkus HP & Camdig saat berjalan disungai dalam goa. Dengan membayar tiket Rp.16.000,- untuk 2 orang bisa masuk untuk menelusuri goa petruk. Sebelum masuk disarankan memakai baju yang siap untuk basah-basahan karena dibeberapa lokasi akan susur sungai. Dipandu oleh mas Rohim. Kami masuk dengan headlamp ditambah dengan lampu petromax darinya. Baru masuk kita bakalan kaget dengan bau dari tahi kelelawar (walau bau tapi mahal lho) tetapi setelah biasa ya malah dinikmati itu uap tahi,hihihi.

Indah sekali, banyak stalagtit & stalagmit dengan bentuk yang macam-macam, ada yang seperti buaya, harimau, dan lain-lain. Yang unik adalah batu lonceng & mengeluarkan air dari bagian tengahnya (wow,mejiik..!!!). Dari semua itu yang paling unik adalah batu payudara, emang mirip. Semakin masuk, semakin enak & menantang. Ada lokasi yang memaksa kita harus merunduk semerunduk mungkin karena jarak permukaan air dengan dinding atas yang terdapat stalagtitnya tidak lebih dari 50 cm. Hati-hati tersundul atau kepentok, jangan sampai seperti saya yang kurang hati-hati sehingga 2 kali punggung kepentok stalagtit, sakitnya amboi nian. Semakin jauh, sampai disalah satu satu pintu keluar. Sebenarnya masih bisa dilanjutkan lagi sampai kurang lebih 2 KM, dengan menggunakan peralatan & bekal yang harus cukup. Tempat yang menantang untuk caving dijalur panjang tersebut. Tetapi saat itu dengan persiapan seadanya kami hanya sampai dijalur pendek. Setelah itu untuk keluar dengan balik dari jalur bberangkat tadi. Jika pulang dengan jalur pintu keluar diujung rute pendek memerlukan waktu lebih lama untuk sampai di kantor, karena mesti melewati kebun & hutan dengan jalan yang memutar. Ternyata disekitar kantor/kawasan goa Petruk ada beberapa homestay yang telah sering dipakai terutama anak-anak pecinta alam. Jika anda ingin bertanya-tanya bisa langsung datang ke goa Petruk. Atau bisa juga telepon salah satu pemandunya di 081323651883(mas Rohim).

Sudah agak siang, agak lapar, kami cuekin rasa tersebut. Setelah bersih-bersih kemudian CO, pulang. Kepengennya touring dari pantai selatan pulangnya lewat pantai utara. Dari Kebumen-Banyumas-Purbalingga-Pemalang-Pekalongan-Batang-Kendal-Semarang. Untuk makan siang kami singgah di Banyumas. Soto sokaraja,hmmm, sedap…. harga seporsinya Rp.10.000,-. Sedang makan malamnya singgah di Batang. Menunya sega (nasi) megana di alun-alun kota, murah enak, & dengan pilihan berbgai macam lauk. Makanan Indonesia memang enak. Setelah rehat, pulanglah kami dengan rasa syukur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s