Jalan-jalan ke kota Tegal

Standard

Awalnya ke Tegal untuk mengisi pelatiahan weblog pada guru-guru SMPN 7 kota Tegal, tapi mumpung di Kota Bahari ini kami manfaatkan seoptimal mungkin.

Berangkat dengan tergesa-gesa gara-gara menunggu modul yang belum selesai dibukukan oleh abang tukang foto kopi, akhirnya memilih menggunakan taksi untuk berangkat ke stasiun Poncol. Kereta akan berangkat dari stasiun pukul 17.05 dan waktu menunjukkan pukul 16.15, padaha perjalanan normal dari kampus ke stasiun adalah 30 menit. Saya langsung telfon taksi minta di jemput di bundaran kampus, telfon taksi BLUE BIRD salah satu taksi yang beroperasi di kota Semarang, ini nomor telefonnya (kali saja dibutuhkan) 024-6701234. Pukul 16.35 semua urusan ditempat foto kopi beres sudah, tapi mengapa taksi tak kunjung datang, ternyata saya mendapat telfon balik dari Blue Bird bahwa semua armada sedang terpakai. Langsung putar otak agar tak ketinggalan kereta, bujuk rayu serta tawar harga berlangsung dengan sengit akhirnya bapak tukang angkot mau mengantar kami langsung ke stasiun walau diluar trayeknya. Akhirnya agak plong juga didalam angkot walau agak ngeri karena pak sopir agak ngebut. Di Stasiun juga plong, ternyata keretanya terlambat (kereta ngadat bawa berkah,hahaha). Kami menggunakan kereta KALIGUNG bisnis jurusan Semarang-Tegal dengan tiket Rp.25.000,-.

Malam hari sampai kota Tegal, turun di Stasiun langsung diserbu tukang becak menawarkan jasanya. Malam itu kami putuskan menginap di hotel, walaupun ada kawan disana tapi sungkan kalau merepotkan. Pakai deh salah 2 dari mereka untuk mengantarkan kami ke Hotel Maya (phone: 0283-356235) posisinya didekat Mal Pasifik, cukup bayar Rp.10.000,-/becak. Tibalah di hotel, kami menggunakan kamar ekonomi dengan tarif Rp.100.000,-/night saya kaget saat itu karena tarif segitu termasuk diatas rata-rata untuk kamar ekonomi, tapi tak apalah karena hotel ini yang paling dekat dengan SMPN 7 Kota Tegal.

Pagi hari, sembari jalan ke sekolah kami sarapan Ayam Lunak yang terletak di Jl.kapt.Sudibyo (dari mal pasifik ke selatan) rasanya enak dan benar-benar gurih yang patut untuk dicoba. 4 porsi kami mesti bayar sekitar Rp.70.000,-. Kenyang sudah, langsung meluncur ke sekolah. Beramah tamah lanjut pelatihan dari pukul 11.00-14.00. Asik, guru-gurunya asik, enak untuk belajar bareng.

Setelahnya langsung cari hotel lagi, niat jalan-jalan mesti pintar ngatur pengeluaran. Akhirnya saya berburu hotel satu persatu menanyakan tarif hotel, agak malu sebenarnya (tebal muka,hahaha) sebelumnya browsing data hotel di Dinas Pariwisata Kota Tegal tiada tertera tarif. Akhinya menemukan Hotel Alexander (phone:0283-358401) di Jl.Jendral sudirman, tarif kamar ekonomi disini yang kurasa standar Rp.50.000,-/night. Malam tak mau kami hanya tiduran di kamar, jalan-jalan dalam kota pilihan kami. Sebelumnya makan dulu di pasar senggol dekat alun-alun dengan menu Soto tegal yang khas dengan tauconya yang bikin unik rasa. Makan 6 porsi cukup dengan uag Rp.70.000,-. Tenaga terisi langsung jalan-jalan keliling kota sambil foto-foto bernarsis ria tak peduli dilihat orang (dasar anak muda,hahaha). Letih sudah, balik ke hotel istirihat sampe kesiangan semua bangunnya (asal ga’ pake ngiler saja,hihihi). Sebelum pulang kami sempatkan beberapa sudut kota yang kemarin belum terjamah,dan hasilnya seperti ini……

Advertisements

6 responses »

  1. wah seru tuh
    ada sih rencana mau main ke tegal
    cuman kesananya itu kalo kita pesen tiket kereta sekitar H-2 dapet ga ya? terus akses kemana2nya semudah di jakarta ga bro?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s